Selasa, 06 Desember 2016

Review Jurnal Tugas Teknologi Informasi

TEKNOLOGI INFORMASI
REVIEW JURNAL APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAN PENGINDERAAN JAUH PADA BUDIDAYA PERAIRAN











Disusun oleh:
BAGUS NUGROHO ANDRIADI
NIM. 26010215120003




DEPARTEMEN AKUAKULTUR
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Tugas Teknologi Informasi yang berjudul Review Jurnal Aplikasi Sistem Informasi Geografis dan Penginderaan Jauh pada Budidaya Perairan ini sebagai syarat untuk memenuhi Ujian Akhir Semester Genap.
Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian Tugas Teknologi Informasi serta menyampaikan terima kasih kepada Restiana Wisnu Ariyati, S.Pi., M.Si selaku dosen pengampu mata kuliah Teknologi Informasi.
Saya menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih belum sempurna, oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan penulisan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

                                                                       
                                                                                            Semarang,  Desember  2016

                                                                                         Penyusun









BAB I
PENDAHULUAN

Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah sistem informasi yang berdasar pada data keruangan dan merepresentasikan obyek di bumi. Dalam SIG sendiri teknologi informasi merupakan perangkat yang membantu dalam menyimpan datas, memproses data, menganalisa data, mengelola data dan menyajikan informasi. SIG merupakan sistem yang terkomputerisasi yang menolong dalam me-maintain data tentang lingkungan dalam bidang geografis (De Bay, 2002). SIG selalu memiliki relasi dengan disiplin keilmuan Geografi, hal tersebut memiliki hubungan dengan disiplin yang berkenaan dengan yang ada di permukaan bumi, termasuk didalamnya adalah perencanaan dan arsitektur wilayah (Longley, 2001).http://osgeo.ft.ugm.ac.id/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif
Data dalam SIG terdiri atas dua komponen yaitu data spasial yang berhubungan dengan geometri bentuk keruangan dan data attribute yang memberikan informasi tentang bentuk keruangannya. Menurut pendapat tersebut dapat dipahami bahwa, isi aktifitas pada bidang SIG merupakan integrasi dari beragam bidang keilmuan yang didasarkan pada peruntukan aktifitas SIG tersebut dilakukan. Implementasi dari pelaksanaan kegiatan tersebut tidak selalu mengacu pada penyertaan komputer sebagai salah satu elemen pada sistem informasi.
Penginderaan jauh (inderaja) adalah pengukuran atau akuisisi data dari sebuah objek atau fenomena oleh sebuah alat yang tidak secara fisik melakukan kontak dengan objek tersebut atau pengukuran atau akuisisi data dari sebuah objek atau fenomena oleh sebuah alat dari jarak jauh, misalnya dari pesawat, pesawat luar angkasa, satelit, kapal atau alat lain.
Penggunaan teknologi SIG dan penginderaan jauh satelit pada kegiatan budidaya perairan sangat berperan dalam menentukan lokasi yang strategis dan sesuai untuk kegiatan budidaya. Peran lainnya adalah dapat mengetahui faktor-faktor yang mendukung kegiatan budidaya, dimana faktor-faktor tersebut dapat mengoptimalkan kegiatan budidaya yang akan dilakukan pada lokasi yang telah ditentukan.

BAB II
PEMBAHASAN

Rumput laut merupakan sumber utama menghasilkan agar-agar, alginate, dan karagenan yang dimanfaatkan dalan industri kosmetik, farmasi dan industri lainnya (industri kertas, tekstil, fotografi, pasta dan pengalengan ikan). Keunggulan dalam budidaya rumput laut adalah penggunaan teknologi budidaya yang sederhana, harga jual yang ekonomis peluang pasar ekspor yang tinggi, penyerapan tenaga kerja yang tinggi, modal yang diperlukan relatif kecil, periode pemeliharaan yang singkat, produk olahan yang beragam, serta memiliki fungsi produksi dan ekologis.
Menurut Rangka dan Paena (2012), daerah pesisir di Kabupaten Wakatobi pada awal pengembangan budidaya belum mempertimbangkan kesesuaian lahan. Sehingga produksi yang diperoleh saat ini masih sangat memungkinkan untuk dikembangkan mengingat selain lokasi lahan budidaya yang belum tergarap masih sangat luas dan penentuan kesesuaian lahan tersebut belum ada. Penelitian yang dilakukan oleh Rangka dan Paena dengan menggunakan SIG bertujuan untuk menghitung potensi dan menentukan tingkat kesesuaian lahan budidaya rumput laut di Kabupaten Wakatobi.
Penelitian dilakukan dengan metode survei langsung ke lokasi penelitian untuk mengekstrak karakteristik hidro-dinamika-oseanografi yang memiliki kaitan erat dengan pertumbuhan rumput laut. Metode yang digunakan untuk mengetahui potensi lahan budidaya rumput laut eksisting dilakukan dengan cara mengelilingi hamparan budidaya rumput laut dengan menggunakan perahu motor sambil merekam posisinya dengan menggunakan Global Potisioning System (GPS), posisi tercatat dengan format UTM (Universal Transver Marcator). Posisi hasil perekaman di lapangan selanjutnya dianalisis dengan memanfaatkan sistem informasi geografis (SIG). Masih dengan analisis yang sama, dilakukan input data parameter kesesuaian lahan dalam SIG dan akan dihasilkan peta kesesuaian lahan budidaya rumput laut di perairan sekitar Kabupaten Wakatobi.
Hasil penelitian yang didapatkan antara lain adalah nilai parameter fisika yang meliputi kecerahan dana kedalaman, substrat dasar dan arus, suhu, pH dan salinitas serta didapatkan pula nilai parameter kimia yang meliputi kandungan oksigen terlarut dan bahan organik total, kandungan ammonia (NH3), nitrit dan nitrat serta kandungan logam dan mineral.
Berdasarkan analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa potensi areal pengembangan rumput laut di Kabupaten Wakatobi mencapai 17,391.87 ha, sementara itu daerah tergarap masih sangat rendah baru mencapai kurang lebih 1000 ha. Dengan demikian masih terdapat kemungkinan untuk meningkatkan produksi. Kesesuaian lahan yang didapatkan dari luas lahan 17,391.87 yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi areal budidaya rumput laut terdapat 9,858.62 ha yang sesuai dan sisanya 7,533.25 ha tidak sesuai. Tidak sesuai tersebut lebih banyak disebabkan oleh areal yang tersedia masuk dalam kawasan lindung.
Penerapan aplikasi sistem informasi geografis pada kegiatan budidaya rumput laut juga dilakukan oleh Syofyan dkk. dalam penelitian yang dilakukan di perairan Pulau Bunguran, Kabupaten Natuna pada tahun 2010. Penelitian tersebut bertujuan untuk menentukan kesesuaian kawasan perairan untuk keramba jaring tancap dan rumput laut. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan cara mengukur faktor lingkungan perairan. Proses penentuan kesesuaian kawasan tersebut dilakukan dengan menggunakan operasi spasial dengan memanfaatkan aplikasi SIG. Operasi spasial tersebut merupakan operasi tumpang susun (overlay), dalam prosesnya operasi tumpang susun adalah suatu proses penyatuan data spasial dan merupakan salah satu fungsi efektif dalam SIG yang digunakan dalam analisa keruangan. Sedangkan metode yang digunakan adalah weighted overlay. Weighted overlay merupakan sebuah teknik untuk menerapkan sebuah skala penilaian untuk membedakan dan menidaksamakan input menjadi sebuah analisa yang terintegrasi. Weighted overlay memberikan pertimbangan terhadap faktor atau kriteria yang ditentukan dalam sebuah proses pemilihan kesesuaian.
Menurut Syofyan et al. (2010), hasil yang didapatkan pada penelitian yang telah dilakukan adalah bahwa dominansi kesesuaian kawasan berada pada kelas sesuai yaitu sebesar 49,4%, kemudian kelas sangat sesuai sebesar 31,1% dan tidak sesuai sebesar 19,5%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat dikatakan bahwa hampir disepanjang garis pantai Pulau Bunguran dapat dilakukan aktifitas KJT dan rumput laut seperti keramba jaring tancap maupun budidaya rumput laut.
Penelitian lain juga dilakukan oleh Selamat dkk. pada tahun 2015 yang menerapkan aplikasi SIG pada kegiatan budidaya rumput laut di Pantai Amal, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian tersebut memiliki tujuan yaitu untuk mengevaluasi status kesesuaian, luas potensial dan pola penggunaan ruang budidaya rumput laut di perairan Pantai Amal, Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah penggunaan teknologi penginderaan jauh satelit, sistem informasi geografi (SIG) dan survei lapangan. Citra landsat 8 OLI digunakan untuk mendapatkan gambaran sinoptik kawasan budidaya eksisting. Citra satelit ini dan data kualitas air yang diperoleh dari survei lapangan, kemudian di integrasikan ke dalam basisdata spasial pada sistem informasi geografis.  Pengenalan objek pada citra dilakukan dengan membandingkan sidik spektral dan tekstur permukaan yang terlihat pada citra.
Hasil penelitian yang didapatkan adalah pengamatan lapangan yang terdiri dari data kualitas kesesuaian lingkungan pada lokasi yang telah ditentukan, prediksi spasial kualitas air bahwa kawasan tersebut dangkal dan landai dengan perkecualian di sebelah tenggara dimana ditemukan daerah yang kedalamannya lebih dari 10 meter. Sebaran budidaya rumput laut eksisting pada citra Landsat 8 OLI, memperlihatkan bahwa nilai pantulan spektralnya lebih tinggi daripada air laut yang relatif jernih namun lebih rendah daripada air laut yang memiliki padatan tersuspensi yang tinggi. Status pemanfaatan ruang untuk budidaya rumput laut pada spot-spot budidaya rumput laut eksisting berdasarkan analisa tekstur citra landsat berjumlah kurang lebih 1.982 petak, memanfaatkan ruang seluas 6.203 hektar atau 58,9% dari total potensi. Analisis spasial dengan metode matching memperlihatkan bahwa dari ruang perairan yang termanfaatkan itu, terdapat sekitar 5.177 hektar (atau 59%) lokasi budidaya yang masuk ke dalam kawasan dengan kategori sesuai dan 1.026 hektar berada di kawasan yang tidak sesuai.
Kesimpulan yang didapatkan dalam penelitian tersebut adalah total luasan potensial perairan yang sesuai untuk budidaya rumput laut di pantai Timur Kota Tarakan diestimasi mencapai 8.796 hektar. Luas perairan yang masih bisa di manfaatkan adalah sekitar 41%. Berdasarkan analisa citra ruang budidaya saat ini adalah 6.203 hektar atau 58,9% dari total potensi.
Penelitian lain dalam aplikasi SIG dan penginderaan jauh pada budidaya rumput laut dilakukan di Perairan Teluk Gerupuk, Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Menurut Ratnasari et al. (2014), penelitian tersebut bertujuan untuk menentukan kesesuaian lokasi budidaya rumput laut di perairan Teluk Gerupuk, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat menggunakan penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Dari hasil penelitian tersebut diharapkan kesesuaian lokasi budidaya rumput laut khususnya di wilayah tersebut dan umumnya di perairan Lombok secara keseluruhan, serta menjadi masukan bagi pembudidaya rumput laut sebagai bahan pertimbangan dalam memilih lokasi budidaya rumput laut yang tepat.
Metode yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah dengan metode long line berdasarkan informasi penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis. Citra satelit yang digunakan adalah Citra Landsat 8. Data yang diperoleh adalah parameter fisik perairan laut, meliputi suhu permukaan laut, muatan padatan tersuspensi serta keterlindungan. Tahap awal pengolahan data satelit penginderaan jauh dilakukan proses koreksi berupa koreksi geometrik dan radiometrik. Koreksi geometrik dilakukan untuk menyamakan posisi pada citra dengan posisi pada bumi menggunakan acuan peta rupa bumi. Koreksi radiometrik dilakukan dengan menggunakan nilai digital menjadi nilai radiansi atau reflektansi yang bertujuan untuk menghilangkan kesalahan sudut elevasi matahari dan jarak matahari bumi pada data yang berlainan waktu, serta dilakukannya koreksi atmosferik akibat serapan dan pantulan yang dilakukan oleh partikel di atmosfer. Pengolahan awal SIG ini adalah dengan dilakukannya pembuatan peta tematik menggunakan software ArcView GIS 3.2. Peta tematik ini kemudian di tumpang susun (overlay) dan ditentukan kesesuaiannya.
Hasil dari pengolahan citra satelit Landsat 8 dan pengolahan SIG serta hasil survei lapangan diperoleh bahwa lokasi yang tidak memiliki faktor pembatas dan hambatan tidak mengurangi produktivitas memiliki luas sebesar 342.44 ha, sedangkan lokasi yang memiliki faktor pembatas yang dapat mengurangi tingkat produksi sebesar 190.78 ha, dan lokasi yang memiliki faktor pembatas yang permanen sebesar 669.32 ha.
Berdasarkan hasil keempat penelitian yang telah dilakukan, penerapan atau aplikasi penggunaan Sistem Informasi Geografis dan penginderaan jauh pada budidaya rumput laut di wilayah yang berbeda memiliki tujuan serta kesimpulan yang sama, yaitu dengan penggunaan teknologi SIG dan penginderaan jauh dapat menentukan lokasi yang sesuai untuk kegiatan budidaya rumput laut. Metode yang digunakan dalam keempat penelitian tersebut diantaranya dengan metode survei, longline, serta dalam pengolahan data menggunakan Citra Landsat 8. Penggunaan SIG dan penginderaan jauh diperoleh data parameter fisik perairan laut, parameter kimia dan parameter lainnya, dengan demikian lokasi budidaya yang sesuai dapat diketahui.
Penelitian yang dilakukan oleh Ratnasari dkk. pada tahun 2014 menggunakan metode yang lebih terperinci dibandingkan dari hasil dari ketiga penelitian lainnya. Mempermudah bagi para pembudidaya atau para peneliti lainnya dalam mempelajari penggunaan SIG dan penginderaan jauh untuk kegiatan budidaya yang akan dilakukan. Diperlukannya akurasi dalam pemilihan lokasi yang sesuai untuk mengoptimalkan hasil budidaya pada perairan laut. Penentuan lokasi sangatlah penting dikarenakan keadaan lingkungan disekitar lokasi yang telah ditentukan merupakan faktor utama yang berpengaruh dalam sistem budidaya.
Kabupaten yang terdapat di propinsi Kepulauan Riau dengan wilayah pesisir yang cukup luas adalah Kabupaten Natuna. Beberapa komponen masyarakat yang tinggal dan berdomisili di wilayah Kabupaten Natuna menggantungkan hidupnya dengan melakukan aktifitas di bidang perikanan, baik itu penangkapan maupun budidaya. perkembangan usaha Keramba Jaring Tancap cukup signifikan ditengah masyarakat. Aktivitas yang dilakukan di wilayah pesisir haruslah sesuai dengan daya dukung lingkungan wilayah pesisir tersebut. Proses penentuan kesesuaian kawasan tersebut dilakukan dengan menggunakan operasi spasial dengan memanfaatkan aplikasi SIG. Operasi spasial tersebut merupakan operasi tumpang susun (overlay), dalam prosesnya operasi tumpang susun adalah adalah suatu proses penyatuan data spasial dan merupakan salah satu fungsi efektif dalam SIG yang digunakan dalam analisa keruangan.
Weighted overlay merupakan sebuah teknik untuk menerapkan sebuah skala penilaian untuk membedakan dan menidaksamakan input menjadi sebuah analisa yang terintegrasi. Weighted overlay memberikan pertimbangan terhadap factor atau kriteria yang ditentukan dalam sebuah proses pemilihan kesesuaian. Hasil rekaman yang tergambar kawasan ini banyak mendapat gangguan atmosfir baik awan maupun kabut. Sehingga mengganggu dalam proses interpretasi dan analisa kawasan. Hasil analisa menunjukkan sebagian besar perairan di keempat desa tersebut layak dilakukan aktifitas KJT dan rumput laut karena kelas kesesuaian berada pada kelas sangat sesuai dan sesuai. Sementara beberapa kawasan (sangat kecil sekali) berada pada kelas tidak sesuai. Hal ini diakibakan karena hasil interpolasi kedalaman yang menggeneralisasi kedalaman perairan pada sekitar pulau-pulau tersebut. Perairan kawasan yang cocok untuk melakukan kegiatan KJT dan rumput laut. Dominasi kelas kesesuaian sesuai dan sangat sesuai tersebar merata diperairannya. Kelas tidak sesuai hanya berada pada sekitar pulaupulau kecil yang berada dalam naungan administrasi ketidaksesuaian disebabkan oleh fakctor kedalaman yang menjadi pembatas kesesuaian karena memiliki pengaruh yang paling besar diantara factor-faktor lainnya.
Analisa spasial kawasan dengan menggunakan metode weighte overlay memberikan hasil bahwa dominansi kesesuai kawasan untuk kegiatan KJT dan rumput laut berada pada kelas sesuai yaitu sebesar 49,4%, kemudian kelas sangat sesuai sebesar 31,1% dan tidak sesuai sebesar 19,5%. Hasil analisa menunjukkan sebagian besar perairan di keempat desa tersebut layak dilakukan aktifitas KJT dan rumput laut karena kelas kesesuaian berada pada kelas sangat sesuai dan sesuai. Kelas tidak sesuai dapat ditemukan disepanjang garis pantai pada beberapa pulau kecil. Hasil analisa kesesuaian kawasan terlihat sebagian besar kawasan pada perairan Pulau Tiga tidak sesuai khususnya pada bagian luar Pulau Tiga yang berada di bagian Barat Selatan dan Timur. Namun pada perairan antar pulau (selat-selat) merupakan kawasan yang sangat sesuai dan sesuai untuk aktifitas KJT dan rumput laut.











BAB III
KESIMPULAN

Kesimpulan yang didapatkan berdasarkan hasil review jurnal mengenai penerapan Sistem Informasi Geografis dan penginderaan jauh pada kegiatan budidaya perairan adalah penggunaan SIG dan penginderaan jauh berfungsi untuk menentukan lokasi yang sesuai pada kegiatan budidaya perairan. Pengolahan data yang digunakan para peneliti menggunakan citra satelit diantaranya Citra Landsat 8. Hasil yang diperoleh pada keempat penelitian tersebut diantaranya yaitu didapatkan data berupa parameter fisik perairan, parameter kimia serta kesesuaian lokasi untuk budidaya khususnya budidaya rumput laut. Penggunaan SIG dan penginderaan jauh pada masyarakat budidaya dapat mengoptimalkan pemanfaatan wilayah perairan yang ada disekitarnya.



















DAFTAR PUSTAKA


Rangka, N. A. dan M. Paena. 2012. Potensi dan Kesesuaian Lahan Budidaya Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii) di Sekitar Perairan Kabupaten Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. 4(2): 151- 159.

Ratnasari, A., K. Nirmala, S. Budhiman, Emiyati dan B. Hasyim. 2014. Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Penentuan Lokasi Budidaya Rumput Laut di Perairan Teluk Gerupuk, Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Seminar Nasional Penginderaan Jauh.

Selamat, M. B., M. F. Samawi, Zainuddin dan A. Massinai. 2015. Aplikasi Sistem Informasi Geografis dan Penginderaan Jauh Satelit untuk Evaluasi Pemanfaatan Ruang Budidaya Rumput Laut di Pantai Amal, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan II Universitas Hasanuddin, Makassar.


Syofyan, I., R. Jhonerie dan Y. I. Siregar. 2010. Aplikasi Sistem Informasi Geografis dalam Penentuan Kesesuaian Kawasan Keramba Jaring Tancap dan Rumput Laut di Perairan Pulau Bunguran Kabupaten Natuna. Jurnal Perikanan dan Kelautan. 15(2): 111-120.

Minggu, 27 November 2016

Bioinformatika dalam Bidang Budidaya Perairan

BIOINFORMATIKA DALAM BIDANG BUDIDAYA PERAIRAN

Bioinformatika merupakan salah satu ilmu terapan yang lahir dari perkembangan teknologi informasi dibidang molekuler, mempelajari penerapan teknik komputasi untuk mengelola dan menganalisa informasi hayati, bidang ini mencakup penerapan metode-metode matematika, statistika, dan informasi untuk memecahkan masalah-masalah biologi, terutama yang terkait dengan penggunaan sekuen DNA dan asam amino.


Budidaya perairan (akuakultur) merupakan bentuk pemeliharaan dan penangkaran berbagai macam hewan atau tumbuhan perairan yang menggunakan air sebagai komponen pokoknya. Kegiatan-kegiatan yang umum termasuk di dalamnya adalah budidaya ikan, budidaya ikan,budidaya tiramserat budidaya rumput laut (alga). Dengan batasan di atas, sebenarnya cakupan budidaya perairan sangat luas namun penguasaan teknologi membatasi komoditi tertentu yang dapat diterapkan. 

Contoh Bioinformatika dalam Bidang budidaya perairan adalah sebagai berikut ;




ANOTASI GENOM
     Anotasi genom dapat dilakukan dengan menggunakan program BLAST. Program BlAST berperan pada bidang Contohnya pada penelitian mengenai cloning hormone pertumbuhan pada ikan gurame.. Perkembangan ikan gurame yang relative lambat merupakan masalah dalam budidaya ikan gurame. Dengan cloning hormon pertumbuhan gurame diharapkan akan mampu menmpercepat pertumbuhan ikan gurame. Hormone pertumbuhan pada ikan gurame diekstrak kemudian kemudian dilakukan cloning/ penggandaan dengan bakteri e coli. Setelah melalui beberapa tahap dilakukan sekuensing pada DNA hasil cloning untuk melihat urutan DNA nya. kemudian gen hasil cloning tersebut diananalisa dan dicocokkan dengan DNA hormone pertumbuhan ikan yang ada di gen bank dengan menggunakan program BLAST. Dengan menggunakan program BLAST dapat disimpulkan bahwa gen hasil sekuensing merupakan growth hormone yang mengekspresikan pertumbuhan pada ikan gurame. Bila tidak ada program BLAST, mungkin akan sulit untuk menganalisa apakah gen hasil cloning benar benar merupakan hormone pertumbuhan pada ikan gurame.


TRANSKRIPTOMIKA
    Penggunaan DNA chip (microarray) merupakan cara terbaik untuk mempelajari fungsi genom pada tingkat RNA. Microarray ialah suatu lempengan yang membawa dna dalam urutan yang teratur. Microarray dibuat dengan mesin untuk mentransfer ratusan hingga ribuan tetes DNA ke posisi tertentu pada lempengan chip. DNA tersebut dinamakan probe. Probe dapat berupa cDNA yag mewakili hampir semua gen dari organism. Sebagai catatan cDNa merupakan DNA yang disintesis mrNA dengan bantuan enzim transcriptase balik. Contoh pada bidang perikanan adalah pembuatan e-microarray untuk mempelajari ekspresi gen pada ikan s. senegalensis. Microarray yang dibuat merupakan mikroaray elektronik berdasar dari software dari Oryzon genomic dengan menggunakan sekuens dna yang telah diketahui ekspresinya yang berjumlah 5087-5208.
     Mikroaray elektronik tersebut akan memudahkan para peneliti dalam penelitian tentang ekspresi gen,. Program ini dapat pula menyelidiki perubahan dalam traksripsi gen selama diferensiasi gonad, pertumbuhan dan maturasi, dan metamorphosis larva selama perkembangan.

PROTEOMIK
     Fungsi genom dapat dipelajari pada tingkat protein atau tingkat translasi melalui analisis seluruh protein yang dihasilkan oleh suatu organisme. Analisis protein skala besar seperti ini dikenal dengan sebutan Proteomika. Analisis protein dalam bidang perikanan dapat digunakan untuk pembuatan pakan ikan berdasarkan protein yang terkandung dalam tubuh ikan tersebut. Hasil sequens yang didapat biasanya dicocokkan dengan program BLASTn untuk mengetahui komponen asam amino penyandinya.

link ;
http://osubiyanto.blogspot.co.id/2012/01/bioinformatika-dalam-bidang-budidaya.html

Jumat, 07 Oktober 2016

Ayo Hidup Sehat Ndes !!!

1. Ketahui kondisi kesehatan diri sendiri saat ini

Survei membuktikan hampir 70 % lebih orang akan mengubah pola hidupnya setelah mengalami sakit. Apakah kamu juga demikian? Ini langkah yang salah dan harus kamu hindari mulai detik ini.

Memeriksakan diri sebelum sakit tidak hanya berguna untuk memantau kesehatan saja. Tetapi, juga berguna supaya dokter bisa menangani penyakit tertentu yang mungkin akan membahayakan diri kamu di kemudian hari nanti.

Oleh sebab itu, luangkahlah waktu secara berkala untuk konsultasi ke dokter.

2. Lakukan kegiatan fisik (olahraga)

Apakah kamu sering berolahraga? Atau justru aktivitas sehari-harimu didominasi dengan duduk mengetik di depan komputer sepanjang hari tanpa aktivitas fisik?

Para pakar kesehatan merekomendasikan agar kamu melakukan aktivitas fisik minimal 75 menit tiap minggunya dan mengencangkan otot setidaknya dua hari selama sepekan.

Ada banyak jenis olahraga yang bisa membantumu menjaga kesehatan tubuh. Misalnya seperti jogging, senam, sepeda santai, dan sebagainya. Pilihlah kegiatan yang menyenangkan sebagai aktivitas fisik yang menyehatkan.

3. Pilih makanan yang tepat

Semua orang pasti pernah mendengar makanan 4 sehat 5 sempurna. Yup, menu tersebut telah diteliti oleh para pakar kesehatan, dan dinyatakan sebagai makanan sehat dengan kandungan nutrisi cukup lengkap. Mulai dari kandungan vitamin, protein, serat, sampai mineralnya.

Memilih makanan yang sehat ini hukumnya wajib, baik bagi kamu yang inginmenurunkan berat badan, menjalani pola hidup sehat, ataupun menambah berat badan. Beberapa rekomendasikan makanan sehat antara lain:

4. Hindarilah kebiasaan buruk

Disamping memilih makanan yang tepat, kamu juga harus mulai menghindari kebiasaan buruk agar pola hidup sehat bisa terwujud dengan baik.
Beberapa kebiasaan buruk yang wajib dihentikan antara lain merokok, minum alkohol, konsumsi makanan manis, berlemak, begadang, dsb.

5. Mengelola stres

Kerja berangkat pagi - pulang malam tentunya membuat stres tak terhindarkan, apalagi ketika kerjaan di kantor menumpuk. Jika tidak bisa mengelola stres dengan baik kondisi semacam ini akan sangat mudah menyebabkanmu depresi.

Untuk mengelola stres sebetulnya ada banyak sekali cara yang bisa kamu tempuh. Misalnya kamu bisa mengambil waktu luang untuk berileksasi, yoga, meditasi, atau bahkan menjalani hobi yang belakangan ini jarang dilakukan lantaran sibuk kerja.

6. Istirahat cukup dan teratur

Idealnya para pakar kesehatan menyarankan agar kamu tidur minimal 8-9 jam sehari. Istirahat cukup adalah kunci untuk mendapatkan tubuh dan pikiran yang sehat. Oleh sebab itu, mulai sekarang jangan suka begadang ya.

Selain mencukupi waktu tidur minimal 8 jam, kamu juga harus tidur secara teratur. Usahakan tidur dan bangun dengan jam yang sama setiap harinya. Ini sangat penting agar tubuh lebih siap kapan harus istirahat dan kapan harus bekerja.

7. Perbanyak minum air putih

Pada dasarnya tubuh kita terdiri lebih dari 80 % cairan. Kekurangan cairan dapat menyebabkan munculnya dehidrasi yang berujung pada penyakit. Sebelum tubuh sakit, lebih baik penuhi cairan tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih.

Sebuah penelitian di Chicago University membuktikan bahwa seseorang yang mengonsumsi minimal 8-10 gelas air, mereka memiliki sistem kekebalan lebih baik dari yang jarang mengonsumsinya. Dengan demikian, air putih dapat meningkatkan imun tubuh terhadap serangan penyakit.

8. Menjaga kebersihan

Bakteri dan virus penyebab penyakit banyak berkembang di tempat yang kotor. Membersihkan lingkungan tempat tinggal secara rutin bisa menjadi pola hidup sehat yang paling ampuh.

Mulailah dengan menjaga kebersihan diri sendiri dulu. Misalnya mandi teratur minimal 2x sehari, sikat gigi setelah makan, membersihkan kamar tidur, dan sebagainya.

Tambahan nih hehe :

Cara Menjalani Gaya Hidup Sehat Ala Rosulullah

Ketika Kaisar Romawi mengirimkan bantuan dokter ke Madinah, ternyata selama satu tahun dokter tersebut kesulitan menemukan orang yang sakit. Kemudian dokter tersebut bertanya kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tentang rahasia kaum muslimin yang jarang mengalami sakit.

Seumur hidupnya, Rasulullah hanya pernah dua kali mengalami sakit. Pertama, ketika diracun oleh seorang wanita Yahudi yang kala itu menghidangkan makanan kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam di Madinah. Kedua, ketika menjelang wafatnya.

1. Rasulullah cepat tidur dan cepat bangun

Rasulullah tidak menganjurkan umatnya untuk begadang. Hal itulah yang melatar belakangi beliau tidak berbincang-bincang setelah waktu isya.

Jika sudah waktunya tidur Rasulullah akan cepat tidur. Rata-rata beliau sudah tidur sebelum pukul 21.30. Kemudian kira-kira pukul 03.00 beliau sudah terbangun untuk melakukan sholat malam.

2. Rasulullah sering berpuasa

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa… Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Puasa memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan, bahkan beberapa penyakit berbahaya seperti serangan jantung, hipertensi, diabetes, dan kanker dapat disembuhkan. Baca selengkapnya mengenai manfaat puasa.

3. Tidak pemarah

Rasulullah pernah menasihati sahabatnya sebanyak tiga kali yang berbunyi sama yaitu 
“Jangan marah”. Nasihat ini menunjukan bahwa hakikat kekuatan manusia bukan terletak pada jasad, melainkan kebersihan jiwa. Selain itu, tidak mudah marah juga terbukti sangat menyehatkan tubuh.

4. Jaga kebersihan

“Kebersihan adalah sebagian dari iman”. Rasulullah terkenal sebagai pribadi yang bersih dan rapi. Setiap hari kamis atau jumat, beliau secara rutin mencukur rambut halus di pipi, memotong kuku, bersiwak, serta memakai minyak wangi.

Rasul juga sangat menjaga kebersihan mulut dan gigi melalui sunah Beliau bersiwaq yang sampai saat ini masih dianut umatnya.

5. Menjaga pola makan

Di pagi hari Rasulullah suka mengonsumsi segelas air dingin yang dicampur dengan madu asli. Kemudian memasuki waktu dhuha (pagi menjelang siang), Beliau mengonsumsi tujuh butir kurma ajwa’.

Ditinjau dari dunia kesehatan madu dan kurma memiliki banyak manfaat bagi sistem pencernaan, termasuk salah satunya menetralisir racun. Manfaat ini sudah terbukti ketika Rosul diracuni oleh seorang wanita Yahudi di Madinah.

Kemudian memasuki siang menjelang sore, Rosul mengonsumsi minyak zaitun. “...Sesungguhnya zaitun itu adalah pohon yang diberkahi”. Sedangkan di malam hari Beliau mengonsumsi sayuran-sayuran segar kaya nutrisi.

Secara umum, sayuran memiliki kandungan antioksidan yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit. Setelah makan malam Rosul tidak langsung tidur. Beliau melakukan aktivitas seperti sholat agar makanan bisa tercerna secara optimal.

6. Berolahraga

Rasulullah pun tak lupa melakukan berbagai jenis olahraga yang menunjukan bahwa tubuh Beliau tidak hanya sehat tapi juga kuat. Beliau pernah lomba lari, gulat, dan bahkan memanah.

7. Bersosialisasi

Sebuah studi di Harvard School of Public Health menemukan bahwa seseorang berusia sekitar 70-an tahun yang memiliki hubungan sosial baik, mereka cenderung memiliki kemungkinan kecil terkena penyakit serangan jantung.

Seperti kita ketahui bersama, Rasulullah adalah pribadi yang suka bersilaturahmi dengan para sahabat dan tetangganya. Bersosialisasi adalah salah satu tips menjaga kesehatan yang patut kita tiru saat ini.

8. Berbekam

Said bin Jubir berkata dari Ibn Abbas r.a bahwa Rasulullah saw pernah bersabda:

“Kesembuhan dapat diperoleh melalui tiga cara: pertama dengan meminum madu (obat herbal), dengan berbekam/hijamah, dan terapi besi panas. Dan aku tidak menganjurkan umatku untuk melakukan pengobatan dengan besi panas” (HR. Bukhori).

JADI MASIH GAMAU NIH BUAT HIDUP SEHAT ? YUK HIDUP SEHAT UNTUK DIRI KITA SENDIRI. :D